Rasanya sudah berpuluh-puluh tahun gue gak ngaktifin ini blog hahahaha .
Gimana enggak, gue sibuk dengan dunia perkuliahan yg baru aja gue rasain hehehe .
Segala macam kegiatan mulai dari yg diadakan pihak kampus dan senior mesti gue lakuin . Tapi tenang semua kegiatannya menyenangkan :') .
Okedeh gak usah buang waktu gue pengen mempersembahkan mahakarya #lebay gue nih, gak tau namanya cerpen, cerjang atau apalah . Intinya ini yg pengen gue share .
Intip yuuuuuk :D
November .
Apa yg akan terpikirkan saat kamu mendengar November? Hari
Pahlawan? Ulangtahun seseorang? Atau yang tak ada apa-apa?
Kalau aku , yg aku tahu adalah Hujan . Ya , November Rain .
“Hai Ndi !” sapa seseorang dari belakang . “Oh hai juga bang
Eca .” balasku singkat .
Dia Eca, Mario Escada Rodrego seniorku di kampus . Kami beda
jurusan tapi satu Fakultas . Perkenalkan aku Indi, Indira Regithania Putri .
Aku mahasiswi jurusan Akuntansi angkatan
2012 , ya aku memang MaBa . Bang Eca sapaan akrabku selalu jengkel tiap aku
panggil begitu . Maklum saja nama telenovelanya yg selalu ia banggakan seperti
laki-laki jadi-jadian kupanggil menurutnya.
“Ah kamu mah kebiasaan nama bagus aku malah dipanggil Eca .”
katanya . “Hihihihi gak apa-apa kali bang keren hahahaha.” Tawaku pecah . “Kok
tumben bang dateng pagi?” Tanyaku serius . “Buat kamu dong Indi hahahaha .”
Balasnya yang langsung berlari dikoridor kampus .
“Bang Eca ya dasar.” gumamku dalam hati . Hari ini hari
pertama di bulan November, ya November Rain. Benar saja , tak lama langit
mendung dan hujan pun turun . Hujan rintik-rintik , seperti berlari kecil
memanggilku untuk bermain . Aku yg datang jauh lebih pagi dari biasanya duduk
di tempat duduk panjang yg memang disediakan pihak kampus untuk menunggu masuk
kelas pada saat kuliah . Kuambil iPodku dan mulai memutar alunan indah
Instrumental Piano First Love milik Utada Hikaru . Denting demi denting piano
yg mengalun dengan lembut membuat suasana hatiku makin larut dalam kegalauan .
Tiba-tiba bayangan masa lalu silih berganti berlarian di otakku . Aku
termenung, mengingat semua kejadian itu . Semua , ya termasuk kisahku bersama First
Love ku , Jordy , Jordy Daniel Sitompul .
Entah kenapa aku harus mengingatnya lagi, mengingat kejadian
yg seharusnya aku buang jauh-jauh dari pikiranku . Setiap hujan, yg aku ingat
kenangan bersamanya . Hujan yg membuat kami kenal satu dengan yg lain, hujan
yang menjadi saksi kami mengenal perasaan satu dengan yang lain , dan hujan
pulalah yg merekam perpisahan kami . Hujan dan Jordy seperti satu paket dalam otakku , mereka tak dapat dipisahkan
walau aku mencobanya .
“Cieee temen gue lagi galau yaa? Sampe Semarang nangis gini
hahaha”. Seseorang berkata seraya merangkulku dari belakang. “Ah elo mah Re
ngagetin gue aja, ganggu suasana hati gue lo ah .” jawabku ket us yang kemudian
melepaskan iPodku . Renatha, dia sahabatku dari SMP dan kami satu jurusan di
dunia perkuliahan ini, dia tau segala sesuatu tentang aku , semuanya termasuk
Jordy . Kami berkuliah di salah satu
perguruan tinggi di kota Semarang . Kami berdua dari Jakarta dan jadi anak
perantauan disini.
“Udahlah Ndi, gue tau kok lo pasti lagi mikirin Jordy .
Inget dia udah lewat, lo sendiri yg bilang mau move on kan Ndi? Kalo tiap ujan
lo inget dia , mending gak usah ada ujan aja sekalian .” katanya sambil
menghampiri tempat dudukku .
“Eh tapi nanti makhluk hidup pada mati ya kalo gak
ujan , jangan deh tetep ujan aja Ndi.” Sambungnya . “Hahahaha Rere sedeng lo
ye, lo yg ngasih saran lo juga yg bingung.” Jawabku mengejek .
Dia sahabat terbaikku , dan kelakuan anehnya yang memberi
saran dan bingung pada sarannya sendiri hampir setiap hari jadi makananku ,
jadi aku sudah tak asing lagi .
“Engga kok Re, gue udah gak galau lagi . Tadi cuman
termenung aja sedikit , termenung kenapa gue harus stuck di masa lalu yg gak
akan bisa gue rubah . Dan sekarang gue tahu bahwa gue harus merubah diri gue
sendiri biar gue bahagia kan .” Kataku yg sok bijak sambil berdiri dan menatap
langit yg sudah mulai bersinar lagi .
“Hihihihi gitu dong Ndi, yuk ah masuk kelas, nanti kita
dapet paling belakang lagi”. Ajak sahabatku sambil menggenggam tanganku . “Iya
Re gue harus kuat, walau gue tahu gue gak akan ngejalaninnya dengan mudah” .
gumamku dalam hati .
“ Yo kamu suke mbe cah wedok sing kuwi, sopo jenenge Didi?
Atau sopo to?” Tanya Dito saat dikantin sambil menunjuk ke arah Indi . “Heh heh
jok ditunjuk koyo ngono toh To, iyo aku seneng mbe cah kuwi , namanya Indi .
Jurusan Akuntansi 2012.” Jawab Mario sambil terus memandangi Indi . “Oalah cah
kuwi toh sing sering kowe ceritani mbek aku , MaBa sisan . Yowis nek suka
langsung tembak to, wedi nek engko dadi pacare wong toh Yo .” Saran Dito yg
asal ceplos . “Belum waktunya To, gue masih takut sama perasaan gue sendiri .
Gue takut dia nolak dan ninggalin gue, dia udah sama gue dari kita masih SMA
dulu . Kalau udh terlalu deket dan dia tau perasaan gue , gue takut dia
ngejauhin gue To .” jawab Mario sambil termenung melihat gelasnya yg tinggal
setengah terisi oleh susu cokelat dingin . Lalu ia segera membayar ke ibu
kantin dan pergi meninggalkan Dito, saat ia melewati meja Indi , ia hanya
tersenyum kecil .
Matakuliah
keduaku hampir dimulai , dan aku baru
ingat bahwa aku harus mengumpulkan tugas dari dosen kemarin lusa yg belum
sempat aku kumpulkan karena sakit . Dosen tersebut memaklumi dan memintaku untuk mengumpulkannya hari ini . Aku langsung
berlari menuju ruang dosen tanpa mengajak Rere. Sesampainya di ruang dosen aku
tidak menemukan Pak Budi, lalu aku bertanya pada seorang dosen di dekat meja
pak Budi dan aku mengetahui bahwa pak Budi sedang mengajar di ruang C301 untuk
angkatan 2011 dan 2010 .
Sosok yg pernah membuatku tersenyum bahagia dan mengangis merana, Jordy .
Tunggu kelanjutannya di postingan selanjutnya ya hahaha :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar